• About
  • Contact
  • Submit Article

Produk Agribisnis

 on Friday, December 30, 2016  



Produk agribisnis dalam penggunaannya dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
a.         Produk bahan makanan (food material).
b.        Produk bahan baku (raw material).
Tanaman-tanaman yang menghasilkan bahan makanan disebut food crops dan yang bukan menghasilkan bahan makanan disebut non food crops. Kedua jenis produk ini dapat merupakan tanaman ekspor, tergantung dari potensi hasil dari tanaman pada suatu negara. Tanaman kopi dan kelapa misalnya termasuk tanaman ekspor karena pada saat ini kebutuhan dalam negeri masih relative rendah dibandingkan dengan volume poduksi, tetapi jika beberapa tahun mendatang kebutuhannya meningkat maka tanaman tersebut tidak dapat digolongkan sebagai tanaman ekspor. Hal ini dapat terjadi karena bertambahna jumlah penduduk ataupun karena kemajuan teknologi yang mampu meningkatkan nilai guna tanaman tersebut.
Tanaman padi dalam jangka waktu yang lama tetap akan merupakan food crop karena selain merpakan bahan makanan pokok penduduk Indonesia juga tingkat produksi dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tanaman jagung digolongkan ke dalam keduanya, dimana jika keadaan apceklik masyarakat biasanya mensubstitusi beras dengan jagung sebagai bahan makanan pokok. Tetapi apabila keadaan panen cukup baik sehingga beras mencukupi maka jagung dapat dijual oleh petani yang kemudian para eksportir membelinya untuk dijual ke negara-negara yang membutuhkan. Adapun mengenai buah-buahan saat ini di Indonesia belum ada yang merupakan bahan ekspor. Perlu ditambahkan bahwa sesungguhnya dalam tataniaga pertanian, pengertian tentang bahan makanan tidak hanya dibatasi pada tanaman saja tetapi juga termasuk di dalamnya hewan seperti kerbau dan sapi, yang selain sebagai bahan makanan dalam negeri juga sering diekspor ke luar negeri.
Beberapa ahli membagi produksi pertanian atas benda konsumsi dan bahan mentah. Benda konsumsi adalah hasil-hasil atau produksi pertanian yang dalam bentuk asli langsung dikonsumsi oleh manusia, misalnya manga, papaya, jeruk, dan lain-lain. Tetapi apabila suatu produk sebelum dikonsumsi mengalami proses pengolahan maka produk ini disebut bahan mentah. Buah-buahan adalah merupakan bahan mentah untuk perusahaan pengalengan buah. Pada dalam hal ini adalah termasuk bahan mentah karena tidak ada orang yang langsung memakan padi tapi harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan konsumsi dan bahan mentah. Daging sapid an kerbau dapat merupakan bahan konsumsi bagi konsumen yang membeli untuk dimakan sebagai lauk, tetapi akan menjadi bahan mentah terutama bagi perusahaan pengalengan daging (kornet).
Produksi pertanian dapat disarikan dalam beberapa sifat dan ciri sebagai berikut (Teken dan Hamid, 1982).
a.         Produksi yang Diperoleh dari Usaha Secara Kecil-Kecilan (Small Scale Production).
Produksi secara kecil-kecilan ini adalah akibat dari usaha yang dilakukan petani secara kecil-kecilan pula. Padi atau beras misalnya, dihasilkan oleh berjuta-juta petani. Dengan demikian petani-petani tidak dapat memengaruhi permintaan atas jenis barang yang dihasilkannya. Mereka sulit untuk saling berkomunikasi dalam hal penjaualan, penyimpanan, dan sebagainya, karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan akan hal tersebut.
       Berbeda halnya dengan perusahaan-perusahaan industri karena telah memiliki kemampuan yang besar untuk menganalisis situasi pasar, melakukan grading, penyimpanan, dan sebagainya, maka mereka tidak mengalami kesulitan dalam hal penjualannya. Mereka dapat menguasai atau mengendalikan produksinya sewaktu-waktu jika permintaan menurun. Perusahaan-perusahaan industry dengan mudah dapat diorganisir atau mengorganisir dirinya.
b.        Produksi Bersifat Musiman.
Karena bersifat musiman maka hasil produksi akan diperoleh pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan umur tanaman yang bersangkutan. Kita tidak bisa memaksakan tanaman padi berbuah pada umur satu bulan, karena kebetulan pada saat itu persediaan beras telah habis atau harga beras terlalu tinggi karena terlalu banyak permintaan. Sifat produksi yang demikian inilah sering menimbulkan kesulitan dalam proses pengimbangan.
Begitu pula di saat-saat panen sering dijumpai beberapa kesulitan dalam hal penyimpanan dan pengangkutan. Pada saat ini, biaya-biaya penyimpanan dan pengangkutan biasanya meningkat. Pedagang-pedagang pengumpul harus menyediakan modal yang cukup besar untuk membeli hasil-hasil pertanian itu, untuk menyewa gedung dan ongkos transport.
c.         Produksi Terpencar.
Tempat produksi pertanian tidak terpusat, tetapi letaknya terpencar. Hal ini disebabkan petani itu selalu mencari tempat yang keadan tanah dan iklimnya cocok untuk tanamannya tanpa memperhitungkan apakah dekat atau jauh dari kota atau pasar. Petani tidak dapat dipaksakan melakukan produksi di tempat yang tandus atau bergunung-gunung, meskipun secara ekonomis mudah dijangkau oleh para pedagang pengumpul atau konsumen. Karena keterpencaran ini maka dapat dibayangkan kesulitan dalam pengumpulan agar menjadi suatu jumlah yang besar.
d.        Produk Hasil-Hasil Pertanian Bersifat Berat (Bulky), Mengambil Banyak Tempat (Volumnious), dan Cepat atau Mudah Rusak (Perishable).
Kebanyakan hasil-hasil pertanian timbangannya adalah berat dan memerlukan banyak tempat. Hal ini berarti nilai per satuan berat dan per satuan volume adalah lebih kecil dibandingkan nilai barang-barang industry. Sebungkus rokok yang beratnya bebrapa gram nilainya dalam Rupiah kira-kira sama dengan 1 – 2 kg singkong. Jelas dalam hal ini bahwa kan terjadi perbedaan dalam hal pengangkutan dan penyimpanan. Dapat dibayangkan betapa besar perbedaan nilai jika kita mengangkut 1 ton singkong dan 1 ton rokok pada tarf dan jarak yang sama. Selain itu sifat hasil pertanian juga mudah rusak atau busuk, sehingga diperlukan perawatan dan penyimpanan yang baik dan pengankutan yang cepat ke tempat konsumen.

Referensi: Daryanto

Produk Agribisnis 4.5 5 Kuingin Baca Friday, December 30, 2016 Produk Agribisnis Produk agribisnis dalam penggunaannya dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu: a.          Produk bahan makanan ( food material...


No comments:

Post a Comment

Kami mengharapkan saran maupun kritik yang membangun blog kami. Dilarang SARA dan kata-kata yang tidak pantas :)

Kuingin Baca