• About
  • Contact
  • Submit Article

Mampu Mengelola Emosi

 on Sunday, December 11, 2016  



Mampu Mengelola Emosi - Keterampilan mengelola emosi mutlak diperlukan oleh calon sales sukses. Sales yang tidak bisa mengelola emosi yang baik maka memiliki peluang besar untuk kehilangan banak calon pembeli. Menurut M. Darwis Hude pengendalian emosi sangat penting dalam kehidupan manusia, khususnya untuk mereduksi ketegangan yang timbul akibat emosi yang memuncak. Emosi menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh dan memunculkan ketegangan psikis, terutama pada emosi-emosi negatif.
            Emosi-emosi itu bisa menjadi positif, tetapi bisa juga negatif. Emosi yang positif secara personal menghasilkan perasaan yang menyenangkan. Apakah itu rasa bangga, harapan atau suatu kelegaan, emosi yang positif akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Masing-masing emosi yaitu emosi positif dan emosi negatif memiliki pengaruh yang sesuai. Bila yang terjadi adalah emosi positif makruh yang nea yang muncul adalah pengaruh yang positif dan sebaliknya emosi negatif memiliki pengaruh yang negatif pula jadi pemeskipun dalam hal tertentu tertentu terjadi pengecualian.
            Dalam sebuah negoisasi, emosi yang positif ketika menghadapi orang lain bisa membangun kedekatan sebuah hubungan yang ditandai dengan keinginan baik, pemahaman, dan perasaan menjadi bagian dari sebuah kebersamaan. Keadaan ini memungkinkan seorang sales bisa dekat dengan para calon pembeli. Sementara perasaan marah, frustasi, dan emosi-emosi negatif lainnya, secara personal menghasilkan perasaan susah. Emosi ini juga kecil kemungkinannya untuk digunakan dalam membangun kedekatan antara seorang sales dengan calon pembeli.
            Memang emosi ada yang berdampak buruk terhadap keberlangsungan hidup manusia, tapi harus diingat bahwa tidak semua emosi itu buruk dan tidak berguna. Malah ada emosi tertentu yang menyokong seseorang untuk berhasil dalam hidupnya. Hidup manusia diwarnai dengan emosi dan berbagai macam perasaan. Manusia sulit menikmati hidup secara optimal tanpa memiliki emosi. Manusia bukanlah manusia, jika tanpa emosi. Kita memiliki emosi dan rasa, karena emosi dan rasa menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita sebagai manusia.
            Sementara itu, untuk menjalani kehidupan tidak cukup dengan emosi saja tapi harus diseimbangkan dengan akan dan sebaliknya. Emosi dan akal adalah dua bagian dari satu keseluruhan. IQ dan EQ adalah sumber-sumber daya sinergis, tanpa bagian yang lain tidak bisa menjadi sempurna dan tidak efektif. Jeanne Segal mengatakan wilayah EQ adalah hubungan pribadi dan antar pribadi. EQ bertanggungjawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan social dan kemampuan adaptasi social seseorang.
Emosi adalah hal alamiah sehingga tidak bisa dihilangkan. Kalau pun emosi bisa dihilangkan, maka hal itu justru tidak akan membawa manusia pada kebaikan karena emosi berperan penting demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Bukan manusia namanya apabila tidak mempunyai emosi. Hal yang tepat untuk dilakukan adalah mengelola emosi yang muncul dengan sebaik mungkin. Maksudnya, mengelola dan menyeimbangkan emosi-emosi yang ada, baik emosi negative dan emosi positif. Emosi yang positif bila tidak dikendalikan juga bisa menimbulkan dampak yang tidak baik bagi seseorang.
Untuk mengurangi ketegangan, diperlukan teknik dan terapi untuk menyeimbangkan emosi seseorang agar ketegangan psikis berkurang bahkan bersifat normal. Berikut ini ada beberapa strategi untuk mengelola emosi-emosi terutama emosi negative, yaitu:
Pertama, memelajari dan menerima emosi. Setiap orang harus menyadari keberadaan emosi sebagai pelengkap kehidupan manusia. Jika seseorang berusaha menerima dirinya sendiri sebagai orang yang memang tidak sempurna dan emosi-emosi yang dialaminya sebagai biasa-biasa saja, maka semua akan berjalan lebih baik bagi dirinya. Sebaliknya, jika seseorang berusaha menolak dan tidak bisa menerima anugerah emosi dan kelemahan dirinya, maka selama itu ia akan terganggu karena emosi melengkapi penciptaan manusia.
Kedua, mengalihkan perhatian. Untuk mengelola emosi negative, hal yang harus dilakukan oleh seseorang adalah mengarahkan perhatian pada hal lain bukan focus memikirkan dan melayani emosi. Daripada menuruti emosi-emosi, baik yang dirasakan oleh kita maupun orang lain lebih baik arahkan perhatian kita kepada apa-apa yang membangkitkan emosi-emosi tersebut.
Ketiga, berbagi dengan orang lain. Bagi sebagian orang, memendam emosi sendiri malah membuatnya semakin kacau dan tidak tenang. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mencari pertolongan untuk mengatasi emosi. Akan tetapi, seseorang juga harus memiliki keterampilan kapan ia harus menyatakan emosinya dan kapan ia harus menyembunyikan emosinya. Kapan ia lebih baik berbagi dan kapan ia harus menahan diri karena juga tidak membeberkan semua masalah kepada orang lain.
Keempat, tidak menekan, menghilangkan dan mengabaikan emosi. Hal yang harus diingat adalah jangan biasakan menekan emosi. Orang yang mengabaikan semua perasaannya akan kehilangan kenikmatan yang ia peroleh dari emosi dan tidak dapat berhubungan dengan baik dengan orang lain karena mereka tidak dapat mempergunakan emosinya terhadap orang lain.
Kelima, berpikir sehat. Juga harus dipahami bahwa cara berpikir juga menolong kita mempergunakan emosi dengan baik. Para psikolog dan psikiater mengatakan bahwa arti yang kita berikan kepada kejadian sangat mempengaruhi perasaan kita. Mereka sudah membuktikan bahwa rasa yang tidak enak sering berasal dari penafsiran yang keliru mengenai hidup kita atau salah pengertian terhadap sikap ornag lain kepada kita. Seorang dokter bernama Aaron Beck mengatakan pikiran yang menimulkan emosi dan kita dapat mempergunakan emosi kita dengan lebih baik kalau kita berpikir lebih baik.
Keenam, focus pada keinginan atau tujuan utama. Sebelum kita menanggapi secara emosional, rumuskan tujuan kita terlebih dahulu. Emosi-emosi yang kuat memberitahukan kepada kita bahwa ada sebuah keinginan yang mungkin tidak terpenuhi dan emosi-emosi itu memaksa kita untuk memnuhi keinginan-keinginan itu sekarang. Kenali tujuan kita. Ketika kita sudah mempunyai tujuan yang jelas di dalam pikiran kita, maka akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk memilih strategi yang tepat untuk mengatasi emosi-emosi yang kita alami.
Ketujuh, mengembangkan empati. Mengembangkan empati dapat membantu mengelola emosi untuk kelancaran hubungan dengan sesama dimana juga akan bermanfaat positif bagi diri sendiri. Orang yang tidak bisa mengatur emosinya terhadap orang lain, maka ia tidak akan memiliki hubungan yang baik bahkan dijauhi oleh sesama.
Kedelapan, meningkatkan emosi positif. Untuk mengurangi pengaruh emosi negative, maka seseorang bisa menigkatkan emosi-emosi positifnya. Meningkatkan emosi positif bisa dilakukan dengan membangun pengalaman positif. Seseorang harus mengingat kejadian-kejadian baik yang pernah ia alami. Selain itu, juga bisa dengan memperbaiki hubungan dengan orang lain.

sumber:
Anhari, M. 2014. Creative Salesman: Tips Menjadi Salesman No. 1. Yogyakarta: Kobis.

Mampu Mengelola Emosi 4.5 5 Kuingin Baca Sunday, December 11, 2016 Mampu Mengelola Emosi Mampu Mengelola Emosi - Keterampilan mengelola emosi mutlak diperlukan oleh calon sales sukses. Sales yang tidak bisa mengelola emosi ya...


No comments:

Post a Comment

Kami mengharapkan saran maupun kritik yang membangun blog kami. Dilarang SARA dan kata-kata yang tidak pantas :)

Kuingin Baca