• About
  • Contact
  • Submit Article

Eksplorasi Psikologi Pendidikan

 on Wednesday, December 21, 2016  



Eksplorasi Psikologi Pendidikan - Pendekatan kurikulum pada dasarnya dapat dikembangkan dan didekati dengan pendekatan psikologi, pendekatan filsafat, pendekatan sosial, dan pendekatan sejarah. Materi ini saya bagi informasi hanya pada pendekatan psikologi, penjelasannya sebagai berikut.
1.         Hukum asosiasi. Hukum asosiasi dipelopori oleh Aristoteles. Plato meyakini teori bahwa orang terbentuk “dari lahir”. Pembentukan tersebut merupakan sesuatu yang menetap dalam jiwanya. Karena itu, Plato disebut beraliran nature (nativist).
Sebaliknya, Aristoteles (384-322 BC) meyakini bahwa orang terbentuk dari pengasuhan (nurture). Karena itu, Aristoteles disebut sebagai beraliran nurture (empirist). Empat hukum asosiasi dari Plato (Russel, 2013).
a.         The law of similarity. Asosiasi ini berkaitan dengan kejadian atau benda yang mirip atau sama satu dengan lainnya. Misalnya, mobil dan truk memiliki asosiasi kemiripan atau kesamaan menurut tampilan, bentuk, dan fungsi.
b.        The law of contrast. Asosiasi ini berkaitan dengan kejadian, benda, atau sifat yang saling berkebalikan satu dengan yang lainnya. Misalnya, putih memiliki asosiasi kontras dengan hitam, tinggi memiliki asosiasi kontras dengan pendek.
c.         The law of continguity. Asosiasi ini berkaitan dengan kejadian yang mirip dan berdekatan menurut ruang dan waktu. Misalnya, kilatan petir berasosiasi dengan bunyi petir, mendung berasosiasi dengan hujan.
d.        The law of frequency. Asosiasi ini merupakan pelengkap dari the law of continguity yang terjadi dalam frekuensi yang sering. Misalnya, orang cenderung menggunakan parfum saat rapat. Dalam hal ini, penggunaan parfum terjadi berulang-ulang dalam saat rapat. Karena itu, terdapat asosiasi terhadap dirinya anatara parfum dan rapat.
2.         Rasionalisme “I think therefore I am. Rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650). Descartes juga mengajukan konsep mind body dualism, yakni perilaku adalah gerakan refleks dan otomatis yang merupakan respon terhadap lingkungan eksternal. Perilaku yang bebas dikendalikan oleh pikiran (mind). Manusia mempunyai pikiran yang mengarahkan perilakunya sendiri (self directing mind), sedangkan perilaku binatang semuanya adalah refleksif.
3.         Empirisme. Empirisme dipelopori oleh ahli filsafat Inggris John Locke (1632-1702). Menurut Locke, manusia dilahirkan sebagai lembaran sebagai lembaran putih, blank state (tabula rasa). Kemudian, kehidupan manusia tersebut berjalan berdasarkan pada pengalaman dan lingkungannya. Masih menurut Locke, manusia memiliki conscious mind, yakni komposisi dari sejumlah elemen dasar tertentu yang spesifik seperti warna, suara, rasa, dan seterusnya.
4.         Strukturalisme. Menurut strukturalisme, struktur akal budi dapat diidentifikasi berdasar elemen dasar yang menyusun struktur tersebut. Strukturalisme dibangun dari metode intropeksi, yaitu eksperimen yang berusaha menjelaskan pemikiran sadar, emosi, dan pengalaman sensori. Tokoh-tokoh strukturalisme adalah Wilhelm Wundt (1832-1920) dan muridnya Edward B. Tichener (1867-1927).
5.         Fungsionalisme. Fungsionalisme merupakan studi tentang adaptive mind. Akal budi memungkinkan manusi dapat beradaptasi dengan lingkungan dan dapat berfokus pada proses yang adaptif. Tokoh fungsionalisme adalah William James (1842-1910).
6.         Behaviorisme. Behaviorisme adalah pendekatan psikologi yang berfokus pada pengaruh lingkungan pada perilaku yang terobservasi. The law of parsimony adalah penjelasan sederhana tentang fenomena yang umum dan fenomena yang kompleks. Salah satu implementasi hukum parsimony diimplementasikan oleh Conway Lloyd Morgan dengan Morgan’s Canon (canon artinya prinsip). Menurut prinsip ini, perilaku binatang dalam bentuk yang rendah memiliki proses primitive yaitu gerakan refleks dan kebiasaan, sedangkan perilaku yang lebih tinggi memiliki proses yang lebih bersifat mental yaitu keputusan atau imajinasi.

sumber:
Tung, Y., K. 2015. Pembelajaran dan Perkembangan Belajar. Jakarta: Indeks.

Eksplorasi Psikologi Pendidikan 4.5 5 Kuingin Baca Wednesday, December 21, 2016 Eksplorasi Psikologi Pendidikan Eksplorasi Psikologi Pendidikan - Pendekatan kurikulum pada dasarnya dapat dikembangkan dan didekati dengan pendekatan psikologi, pe...


No comments:

Post a Comment

Kami mengharapkan saran maupun kritik yang membangun blog kami. Dilarang SARA dan kata-kata yang tidak pantas :)

Kuingin Baca